Dalam acara Haflah At-Tasyakkur Lil Ikhtitam Ihya Ulumiddin (Periode 2025/2026 M) di API Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo, Ahad (25/1/2026), KH. Achmad Chalwani Nawawi menyampaikan dawuh yang menyentuh hati mengenai keterikatan antara mereka yang telah wafat dengan kita yang masih hidup.
Beliau menjelaskan bahwa orang yang telah meninggal dunia sejatinya tetap dapat melihat dan memantau amal perbuatan sanak saudaranya di dunia.
Dasar Literatur dalam Kitab Klasik
Penjelasan ini merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW yang termaktub dalam kitab Syarhush Shudūr bi Syarhi Hālil Mauta fil Qubūr (Penjelasan Keadaan Orang Mati di Alam Kubur) karya ulama besar Imam Jalaluddin as-Suyuthi.
Adapun teks hadis yang dikutip adalah sebagai berikut:
“Tu’radhu a’mālukum fid dunya, ilā ‘asāirikum wa aqribā-ikum minal amwāti. Fain ra-auhum hasanan, isytabsyarū, fain ra-auhum ghaira hasanin qālu: allāhumma lā tumithum hatta tahdiyahum.” (HR. Ahmad & Al-Hakim, dalam Syarhish Shudur).
Artinya: "Amal perbuatanmu di dunia diperlihatkan kepada saudara dan kerabatmu yang telah wafat. Jika mereka melihat amalmu baik, mereka merasa bahagia (isytabsyaru). Namun, jika mereka melihat amalmu tidak baik, mereka berdoa: 'Ya Allah, janganlah Engkau cabut nyawa mereka sampai Engkau memberi mereka hidayah (petunjuk)'."
Kebahagiaan dan Doa dari Alam Kubur
KH. Achmad Chalwani menekankan dua poin penting dari hadis tersebut:
* Ikatan Emosional: Leluhur dan kerabat kita di alam barzakh ikut merasakan kebahagiaan saat melihat keturunannya berbuat baik. Sebaliknya, mereka merasakan kesedihan yang mendalam jika melihat kita terjerumus dalam kemaksiatan.
* Syafaat Doa: Orang-orang saleh yang telah wafat tidaklah "terputus" total. Mereka justru menjadi pendoa bagi keselamatan kita. Di tengah kesedihan melihat amal buruk kita, mereka memohon kepada Allah agar kita tidak wafat dalam keadaan su’ul khatimah (buruk di akhir).
Perhatian Para Kekasih Allah
Beliau menegaskan bahwa kekuatan doa ini bergantung pada amal saleh seseorang semasa hidup. "Maka Nabi Muhammad SAW, para wali, hingga para ulama, sampai saat ini masih senantiasa memberikan perhatian dan mendoakan kita semua," pungkas beliau.
Pesan ini menjadi pengingat bagi kita bahwa setiap langkah yang kita ambil di dunia bukan hanya berdampak pada diri sendiri, melainkan juga memengaruhi ketenangan jiwa orang tua dan leluhur kita di alam kubur.
Kontributor : Rifky Alfarizy
